Pada Usia Berapa Sebaiknya Mengajari Anak Berpuasa?

Bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan penuh keutamaan bagi umat Islam di seluruh dunia, bisa juga dijadikan moment yang tepat untuk melatih disiplin dan akhlak anak sejak dini. Artinya, melatih kedisplinan dan akhlak anak melalui berpuasa. Keluarga merupakan landasan dasar dan tempat pertama anak dalam belajar, baik dari perilaku maupun bimbingan orangtua. Dan, melatih anak berpuasa merupakan pendidikan kedisplinan akhlak yang bermula dari lingkup keluarga. Sebab, pendidikan akhlak dan karakter anak mulai distimulasi sejak dini oleh orangtua.

Meskipun anak-anak belum diwajibkan untuk berpuasa, namun tidak ada salahnya untuk memperkenalkan dan melatih anak berpuasa. Dan, orangtua berkewajiban akan hal ini. Setidaknya, orangtua dapat memulainya dengan memberikan pemahaman soal ibadah puasa pada anak-anak mereka.

Dr. Viramitha Kusnadi, seorang Dokter Spesialis Anak RSUP dr. Hasan Sadikin, Bandung menuturkan, waktu atau saat yang tepat mengenalkan dan mengajari anak tentang ibadah puasa biasanya dimulai saat anak berusia 4 tahun. Mengenalkan dan menanamkan kesadaran pada anak tentang puasa Ramadhan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan.

Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, maka anak akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini juga akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Perlu diketahui, melatih anak puasa Ramadhan bukan berarti atau tidak sama dengan mewajibkan anak untuk langsung berpuasa. Ini hanya merupakan pelajaran mengenai kedisiplinan nilai-nilai agama. Apalagi di dalam ajaran Islam sendiri, Rasulullah bersabda “Tidak ada kewajiban syar’i bagi anak-anak yang belum baligh”.

Di dalam Islam juga mengajarkan untuk tidak memaksakan atau tidak menghendaki unsur paksaan dalam mendidik anak. Maka dari itu, dalam melatih anak berpuasa orangtua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan anak. Jadilah orangtua yang selalu memberikan motivasi dalam mendisiplinkan anak, begitupun dalam melatih mereka untuk puasa Ramadhan.

Saat awal latihan anak berpuasa Ramadhan, adalah masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Mereka mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, tak mengapa. Biarkan mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, namun harus tetap di kontrol, jangan sampai mereka tidur berlebihan. Ajak mereka untuk tetap beraktifitas yang menyenangkan bersama agar mereka sedikit melupakan rasa lapar dan tidak menjadi pemalas.

Ya, puasa bukan berarti moment untuk bermalas-malasan, orangtua bisa memulai dengan mengajak anak untuk belajar mengaji, agar waktu tidak terbuang percuma. Biasanya anak-anak kecil akan suka belajar mengaji bersama teman-temannya di masjid atau mushola. Maka, doronglah anak anda untuk menghabiskan waktu mereka dengan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat.

Begitu pula saat sahur, setelah sahur ajak anak untuk menjalankan sholat Subuh berjamaah. Setelah itu, anda perlu membatasi kegiatan anak, jangan biarkan mereka jalan pagi dengan jarak yang jauh, atau melakukan olahraga yang menguras tenaga. Hal ini untuk mencegah anak-anak kehabisan energi. Dan, pada saat menjelang berbuka, biarkan anak-anak bermain 1 jam sebelum berbuka untuk ngabuburit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *