Benarkah Kebanyakan Orang Tua Tidak Siap Menjadi Orang Tua?

Tahukah Anda? ternyata di atas 90 persen para orang tua adalah orang tua by accident. Yes! apa maksudnya orang tua by accident? Itulah orang tua yang tidak pernah bersekolah untuk menjadi orang tua. Jangankan bersekolah, belajar dan bersiap-siap saja boleh dikatakan hampir tidak pernah.

Padahal untuk menjadi dokter, sesorang harus menempuh pendidikan terlebih dahulu, begitu juga jika ingin menjadi seorang insinyur, pilot dan sebagainya maka harus lulus sekolah dahulu. Bagaimana mungkin seorang pilot yang tidak lulus sekolah mampu menjalankan pesawat?

Benarkah kebanyakan orang tua tidak siap menjadi orang tua?

Mari kita tanyakan kepada orang-orang yang sudah menikah atau mungkin saat perkenalan sebelum menikah. Obrolan apakah yang lebih banyak dibicarakan waktu itu? Apakah obrolan tentang persiapan untuk menjadi Ayah dan Ibu yang baik atau malah lebih banyak obrolan yang lain.

Apakah lebih sering ke toko buku untuk mencari buku-buku tentang persiapan menjadi Ayah dan Ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak atau pergi ke mall untuk membeli berbagai keperluan.

Pada masa hendak menikah apakah yang menjadi perhatian utama untuk dipersiapkan? belajar menjadi orang tua yang baik atau lebih banyak mempersiapkan pernak-pernik pernikahan dan bulan madu?

Sampai pada akhirnya, saat mengandung dan persiapan untuk melahirkan, mana yang lebih banyak dipersiapkan? belajar untuk menjadi orang tua yang baik? ataukah pernak-pernik bayi, pemilihan rumah bersalin, dokter, nama dan sebagainya?

Pertanyaannya adalah jika ternyata kita tidak pernah atau sedikit mempersiapkan diri untuk belajar menjadi orang tua yang baik, lantas dengan cara apa kita mendidik atau mengasuh anak kita?

Menjadi orang tua itu tidak mudah. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Mengemban amanah mengasuh dan mendidik anak hingga kelak mereka menjadi insan yang tangguh dan berakhlak adalah tugas yang sangat berat.

Kebanyakan orang tua hanya mengandalkan insting dan pelajaran dari orang tuanya dulu, meski pelajaran itu mungkin mengandung kekeliruan. Namun ada juga orang tua yang mau belajar untuk menjadi orang tua. Namun orang tua yang seperti ini jumlahnya sedikit saja ketimbang orang tua lain yang cuek dan tidak mau belajar. Akibatnya, dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai orang tua yang kaget dan kebingungan menghadapi problema mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Masalah seperti ini semakin hari semakin serius dan semakin parah, karena gempuran budaya jahiliyah semakin hari semakin masif menyerang keluarga kita. Gempuran itu langsung datang ke rumah kita, melalui tayangan di televisi, VCD, internet, telepon seluler, dan media cetak bahkan pornoaksi yang dilakukan orang-orang dewasa di sekitar kita. Dampaknya permasalahan sosial akan tumbuh subuh disekitar kita.

Selama ini orang tua tidak sadar bahwa banyak terdapat kekeliruan pola asuh yang mereka terapkan pada anak-anaknya, sehingga berakibat buruk di kemudian hari.

Sikap anak yang negatif itu karena salah asuh orang tuanya

Sayangnya, kebanyakan mereka baru sadar ketika anak-anaknya menginjak dewasa. Orang tua harus berpacu dengan perkembangan teknologi dan kemajuan informasi yang disana juga banyak bermuatan informasi negatif.

Para calon orang tua yang berbahagia, mari bersama-sama kita menjadi orang tua yang baik untuk putra-putri kita tercinta. Di dalam ajaran islam, ada tiga amalan yang tidak akan putus ketika kita sudah dipanggil menghadapNya, dan salah satunya adalah anak yang sholeh dan sholehah.

Disadur dari tulisan Ayah Edy dan Bunda Elly Risman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *