Bagaimana Cara Menyisipkan Pendidikan Karakter pada Anak Berkebutuhan Khusus?

Menurut Megawani (dalam Kesuma, dkk.;2011:5), “Pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk mendidik anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari” (Megawani (dalam Kesuma, dkk.;2011:5))

“Pendidikan karakter adalah sebuah proses transformasi nilai-nilai kehidupan untuk dapat ditumbuhkembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku kehidupan orang itu” (Gaffar (dalam Kesuma, dkk.;2011:5)

Pendidikan adalah hak semua orang, baik sedari usia kecil sampai dewasa, kita dituntut untuk terus menggali ilmu. Begitu untuk urusan pendidikan karakter, sedari belia anak-anak kita ajarkan pendidikan karakter. Hal yang sama juga sangat dibutuhkan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Menyisipkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak berkebutuhan khusus dapat dilakukan dengan menyisipkannya pada kegiatan sekolah, setiap mata pelajaran, serta pada ekstrakurikuler. Sama seperti anak-anak yang tidak berkebutuhan khusus, mengajarkan anak berkebutuhan khusus tentang pendidikan karakter dapat melalui beberapa point dibawah ini. Mari kita simak bersama :

1. Melalui Nilai Agama

Salah satu cara untuk menyisipkan nilai ini, pendidik dapat menggunakan media pembelajaran agar siswa mudah memahami. Siswa ABK dapat diajak beribadah sesuai keyakinan masing-masing, menjaga hubungan antara sesama manusia, mencontoh perilaku orang yang baik, membedakan baik dan buruk, membedakan perbuatan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan oleh agama, dan lain-lain.

Pada kegiatan sekolah, penyisipan nilai agama contohnya dapat dilakukan ketika di kelas siswa diajak berdoa sebelum belajar, begitu pula setelah belajar, siswa diajak merayakan hari besar agamanya, dan lain-lain. Sedangkan untuk menyisipkan nilai agama pada setiap mata pelajaran lainnya, misalnya saja pelajaran IPA, ketika guru menerangkan materi lingkungan, siswa disinggung bahwa lingkungan itu diciptakan oleh Tuhan, maka dari itu manusia tidak boleh merusak lingkungan karena akan dihukum oleh Tuhan. Pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka misalnya, ketika sesi penjelajahan siswa dikenalkan tempat-tempat beribadah yang ada disekitar sekolahnya atau lingkungan pramukanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *